ZARMI SUKSES


web widgets

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATA

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - RAIH MASA DEPANMU BERSAMA STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - TERDEPAN - MODEREN - DAN - ISLAMI, - KALAU ADA KRITIKAN YANG MEMBANGUN SILAKAN DIKIRIMKAN KE KAMI - DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Minggu, 01 Maret 2015

VALIDITAS DAN RELIABILITAS PENELITIN KUANTITATIF


VALIDITAS DAN RELIABILITAS
PENELITIN KUANTITATIF


PENGERTIAN

Adalah Uji keabsahan data dalam penelitian, sering ditekankan pada uji Validitas dan Reliabilitas.

Kriteria utama dalam penelitian Kuantiitatif adalah :
1.      Valit        = data yang tidak berbeda
2.      Reliabel   = data yang dapat dipercaya.
3.      Objektif   = derajat kesepakatan

Contoh  dalam 100 orang, terdapat 99 orang yg menyatakan terdapat warna merah dan yg 1 0rang menyatakan warna lain, yang benar 99 org dan yg 1 kongkalingkong, maka dikatakan objektif, Sedangkan subjektif sebaliknya.

VALIDITAS

Merupakan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian atau Data yang tidak berbeda,
seperti : Jika hasil penelitian A makan akan dilaporkan A.

Dalam penelitia terdapat 2 macam Validitas :
1.      Validitas Internal
Yaitu : berkenaan dengan derajat akurasi dasain peneliti dengan hasil yang dicapai
2.      Validitas External
Yaitu : berkenaan dengan derajat akurasi apakah hasil penelitian dapat diterapkan pada populasi dimana sampel tersebut diambil.

Reliabilitas
Adalah data yang dapat dipercaya.
Reliabilitas, atau keandalan, adalah konsistensi dari serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur. Hal tersebut bisa berupa pengukuran dari alat ukur yang sama (tes ulang) akan memberikan hasil yang sama, atau untuk pengukuran yang lebih subjektif, apakah dua orang penilai memberikan skor yang mirip (reliabilitas antar penilai).

Reliabiltas dalam penelitian
  1. Ketergantungan (dependability). Konsep ketergantungan berkaitan erat dengan keterandalan. Hasil dari pengujian awal diharapkan akan konsisten dengan pengujian-pengujian berikutnya.
  2. Hasilnya selalu berupa numerik dan tak boleh berubah-ubah, karena merupakan karakteristik dari proses ukuran. Reliabilitas selalu menunjukkan keandalan instrumen penelitian dalan berbagai bentuk, yakni hasil pengujian yang sama jika dilakukan oleh orang yang berbeda (inter-penilai), hasil pengujian yang sama jika dilakukan oleh orang yang sama dalam waktu berbeda (pengetesan ulang), hasil pengujian yang sama jika dilakukan oleh orang yang berbeda dalam waktu bersamaan dengan tes yang berbeda (bentuk paralel), dan hasil pengujian yang sama dengan menggunakan berbagai pernyataan-pernyataan membangun (konsistensi internal).
Jenis-jenis Reliabilitas
  1. Reliabilitas stabil (stability reliability)
Mengacu pada waktu. Untuk menentukan stabilitas, tes dilakukan ulang terhadap variabel yang sama di waktu yang berlainan. Hasil pengujian tersebut akan dibandingkaan dan berkorelasi dengan pengujian awal untuk memberikan stabilitas.
  1. Reliabilitas terwakili (representative reliability)
Mengacu pada keterandalan masing-masing grup. Menguji apakah penyampaian indikator sama jawabannya saat diterapkan ke kelompok yang berbeda-beda.
  1. Reliabilitas seimbang (equivalence reliability)
Menerapkan banyak indikator yang dapat dioperasionalisasikan ke semua konsepsi pengukuran. Kesetaraan keandalan akan menggunakan dua instrumen untuk mengukur konsep yang sama pada tingkat kesulitan yang sama. Reliabilitas atau tidaknya pengujian akan ditentukan dari hubungan dua skor instrumen, atau lebih dikenal dengan hubungan antara variabel bebas (independen variable) dengan variabel terikat (dependen variable).

Cara meningkatkan Reliabilitas.
  1. Mengonsep satu variabel dengan jelas.
  2. Setiap pengukuran harus merujuk pada satu dan hanya satu konsep/variabel. Sebuah variabel harus spesifik agar dapat mengurangi intervensi informasi dari variabel lain.
  3. Menggunakan level pengukuran yang tepat.. Semakin tinggi atau semakin tepat suatu level pengukuran, maka variabel yang dibuat akan semakin reliabel karena informasi yang dimiliki semakin mendetail. Prinsip dasarnya adalah cobalah melakukan pengukuran pada level paling tepat yang mungkin diperoleh.
  4. Gunakan lebih dari satu indikator.. Dengan adanya lebih dari satu indikator yang spesifik, peneliti dapat melakukan pengukuran dari range yang lebih luas terhadap konten definisi konseptual.
Gunakan Tes Pilot, yakni dengan membuat satu atau lebih draft atau dalam sebuah pengukuran sebelum menuju ke tahap hipotesis (pretest). Dalam penggunaan Pilot Studies, prinsipnya adalah mereplikasi pengukuran yang pernah dilakukan oleh peneliti terdahulu dari literatur-literatur yang berkaitan. Selanjutnya , pengukuran terdahulu dapat dipergunakan sebagai patokan dari pengukuran yang dilakukan peneliti saat ini. Kualitas pengukuran dapat ditingkatkan dengan berbagai cara sejauh definisi dan pemahaman yang digunakan oleh peneliti kemudian tetap sama.

Dalam penelitian ada dua pendapat yaitu :

1,  Penelitian Kuantitatif
Dalam Penelitian Kuantitatif untuk mendapatkan data yang valid, Reliabel dan objektif yang di uji validitas atau reliabilitasnya adalah instrument penelitiannya.
( sempel yang mendekati jumlah populasi, pengumpulan serta analisa data dilakukan dg cara benar ).

2,  Penelitian Kualitatif
Dalam Penelitian Kualitatif, data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesunggunya terjadi pada objek yang diteliti, ( yang di uji adalah datanya ).


Pengujian validitas dan reliabilitas penelitian kualitatif.

Dalam pengujian keabsahan data, metode penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif, seperti gambar berikut :


 
Aspek
Metode Kualitatif
Metode Kuantitatif
Nilai kebenaran
Validitas Internal
Kredibilitas
(credibility)
Penerapan
Validitas Eksternal
(generalisasi)
Transferability/
keteralihan
Konsistensi
Reliabilitas
Auditability,
Dependability
Natralis
Obyektivitas
Confirmability



1. Uji Kredibilitas  
Adalah uji kebenaran data dari hasil temuan peneliti.

Tujuannya ialah :
untuk menilai kebenaran dari temuan penelitian kualitatif. Kredibilitas ditunjukkan ketika partisipan mengungkapkan bahwa transkrip penelitian memang benar-benar sebagai pengalaman dirinya sendiri. Dalam hal ini peneliti akan memberikan data yang telah ditranskripkan untuk dibaca ulang oleh partisipan. Kredibilitas menunjukkan kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif, hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:



a. Perpanjangan pengamatan ( memastikan data yang diambil ) 



Perpanjangan pengamatan berarti peneliti kembali ke lapangan, melakukan pengamatan dan wawancara dengan sumber data yang pernah ditemui maupun sumber data yang baru. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan keakraban (tidak ada jarak lagi, semakin terbuka, saling mempercayai) antara peneliti dan narasumber sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan lagi. Selain itu, Sugiyono (2007) menambahkan bahwa perpanjangan pengamatan ini dilakukan untuk mengecek kembali apakah data yang telah diberikan oleh sumber data selama ini merupakan data yang sudah benar atau tidak.Bila tidak benar, maka peneliti melakukan pengamatan lagi yang lebih luas dan mendalam sehingga diperoleh data yang pasti kebenarannya.Untuk membuktikan apakah peneliti itu melakukan uji kredibilitas melalui perpanjangan pengamatan atau tidak, maka akan lebih baik jika dibuktikan dengan surat keterangan perpanjangan yang dilampirkan dalam laporan penelitian.

b. Peningkatan ketekunan dalam penelitian ( pengamat kritis )