ZARMI SUKSES


web widgets

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATA

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - RAIH MASA DEPANMU BERSAMA STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - TERDEPAN - MODEREN - DAN - ISLAMI, - KALAU ADA KRITIKAN YANG MEMBANGUN SILAKAN DIKIRIMKAN KE KAMI - DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Minggu, 21 Desember 2014

MAKALAH MEMBACA



MAKALAH MEMBACA

BAB I
                                                          PENDAHULUAN                                     


Pada dasarnya Ketrampilan dalam berbahasa meliputi, Ketrampilan Menyimak, Ketrampilan Berbicara,Ketrampilan Membaca dan Ketrampilan Menulis.
Setiap ketrampilan
tersebut erat sekali berhubungan dengan tiga ketrampilan yang lainnya. Dalam memperoleh ketrampilan berbahasa biasanya kita melalui suatu hubungan urutan yang teratur : mula-mula, pada masa kecil kita belajar menyimak atau mendengarkan bahasa, kemudian berbicara sesudah itu kita belajar membaca dan menulis.
Menyimak dan berbicara kita pelajari sebelum memasuki sekolah, sedangkan membaca dan menulis dipelajari di sekolah. Keempat ketrampilan tersebut pada dasarnya merupakan suatu kesatuan, merupakan catur tunggal. Membaca brerhubungan erat dengan menyimak, dalam hal keduanya adalah alat untuk menerima komunikasi.

Membaca adalah Suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata atau bahasa tulis.
Membaca juga dapat diartikan sebagai suatu metode yang kita pergunakan untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri dan kadang-kadang dengan orang lain.
Ketika membaca kita membuat bunyi dalam kerongkongan kita, kita akn berbicara lebih cepat kalau kita tahu bagaimana cara mengatakan serta mengelompokkan bunyi-bunyi tersebut.

 Oleh karena itu guru mempunyai peranan penting untuk membantu serta membimbing para pelajar untuk mengembangkan serta meningkatan ketrampilan-ketrampilan yang mereka butuhkan dalam membaca.
Guru dapat membantu para pelajar mengajarkan bunyi-bunyi ( bahasa ) dan makna-makna kata baru, memperkaya kosa kata, memahami makna struktur-sruktur kata, dan meningkatkan kecepatan membaca para pelajar.



















                                                                     BAB II
                                                              PEMBAHASAN


A. Deskripsi Membaca

Menurut  Hodgson
Membaca adalah Suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis.
 
Menurut  Lado
Membaca adalah memahami pola-pola bahasa dari gambaran tertulisnya.

Menurut  Para Ahli Bahasa
Membaca adalah suatu kemampuan untuk melihat lambang-lambang tertulis serta mengubah lambang-lambang
tertulis tersebut menjadi suatu metode pengajaran membaca, ucapan, ejaan, menjadi membaca lisan.

Menurut  Tarigan
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata - kata atau bahasa tulis.

Membaca juga dapat
diartikan sebagai suatu metode yang kita pergunakan untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri dan kadang-kadang dengan orang lain.

B.Tujuan dan Aspek-aspek Membaca.

1. Tujuan membaca

Tujuan utama membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. Akan tetapi masih banyak lagi tujuan dari membaca, yaitu:

a.    Membaca untuk menemukan atau mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh sang tokoh, apa saja yang telah dibuat oleh sang tokoh, apa yang telah terjadi pada tokoh khusus. Membaca seperti ini disebut membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta.
b.    Membaca untuk mengetahui mengapa hal itu merupakan topik yang baik dan menarik, masalah yang terdapat dalam cerita apa saja yang dipelajari oleh sang tokoh. Membaca seperti ini disebut membaca untuk memperoleh ide-ide utama.
c.    Membaca untuk menemukan apa yang terjadi pada setiap bagian cerita,apa yang terjadi mula-mula pertama, kedua, dan seterusnya.Ini disebut membaca untuk mengetahui urutan dan susunan, dan organisasi cerita.
d.    Membaca untuk menemukan serta mengetahui mengapa para tokoh merasakan seperti cara mereka itu, apa yang hendak diperlihakan oleh si pengarang kepada para pembaca. Ini disebut membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi.
e.    Membaca untuk menemukan serta mengetahui apa yang tidak wajar mengenai seorang tokoh, apa yang lucu dalam cerita, apakah cerita itu benar atau tidak benar. Ini disebut membaca untuk mengklasifikasikan atau mengelompokkan.
f.     Membaca untuk menemukan apakah sang tokoh berhasil atau hidup, apakah kita ingin berbuat sepeti yang diperbuat oleh sang tokoh. Membaca seperti ini disebut membaca menilai, membaca mengevaluasi.
g.    Membaca untuk menemukan bagaimana caranya sang tokoh dapat berubah, bagaimana hidupnya berbeda dari kehidupan yang kita kenal, bagaimana dua cerita mempunyai persamaan. Membaca seperti ini disbut membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan.

Jadi tujuan akhir membaca intinya adalah memahami ide, kemampuan menangkap makna dalam bacaan secara utuh, baik dalam bentuk teks bebas, narasi, prosa ataupun puisi yang disimpulkan dalam suatu karya tulis ataupun tidak tertulis.
2.  Fungsi Membaca
Kegiata membaca yang merupakan jantungnya pendidikan memiliki fungsi sebagai berikut:
    1. Fungsi Intelektual
      Dengan banyak membaca kita dapat meningkatkan kadar intelektualitas, membina daya nalar kita. Contoh : membaca buku-buku pelajaran, karya-karya ilmiah, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dll.
    2. Fungsi Pemacu Kreatifitas
      Hasil membaca kita dapat mendorong, menggerakkan diri kita untuk berkarya, didukung oleh keluasan wawasan dan pemilihan kosa kata. Contoh : buku ilmiah, bacaan sastra, dll.
    3. Fungsi Praktis
      Kegiatan membaca dilaksanakan untuk memperoleh pengetahuan praktis dalam kehidupan, misal: teknik memotret, teknik memelihara ikan lele, resep membuat minuman dan makanan, cara merawat tanaman, dll.
    4. Fungsi Religious
      Membaca dapat digunakan untuk membina dan meningkatkan keimanan, memperluas budi, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
    5. Fungsi Informatif
      Dengan banyak membaca bacaan, informasi lebih cepat kita dapatkan. Contoh: dengan membaca majalah dan Koran dapat kita peroleh berbagai informasi yang sangat penting atau kita perlukan dalam kehidupan sehari-hari.
    6. Fungsi Rekreatif
      Membaca digunakan sebagai upaya menghibur hati, mengadakan tamasya yang mengasyikkan. Contoh: bacaan-bacaan ringan, novel-novel, cerita humor, fariabel karya sastra, dll.
    7. Fungsi Sosial. Kegiatan membaca mempunyai fungsi social yang tinggi manakala dilaksanakan secara lisan atau nyaring. Dengan demikian kegiatan membaca tersebut langsung dapat dimanfaatkan oleh orang lain mengarahkan sikap berucap, berbuat dan berpikir. Contoh: pembacaan berita, karya sastra, pengumuman, dll.
    8. Fungsi Pembunuh Sepi
      Kegiatan membaca dapat juga dilakukan untuk sekedar merintang-rintang waktu, mengisi waktu luang. Contoh: membaca majalah, surat kabar, dll.

3.           Manfaat Membaca
Selain fungsi tersebut diatas, kegiatan membaca mendatangkan berbagai manfaat, antara lain:
a.    Memperoleh banyak pengalaman hidup.
b.    Memperoleh pengetahuan umum dan berbagai informasi tertentu yang sangat berguna bagi kehidupan.
c.    Mengetahui berbagai peristiwa besar dalam peradaban dan kebudayaan suatu bangsa.
d.    Dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir di dunia.
e.    Dapat mengayakan batin, memperluas cakrawala pandang dan piker, meningkatkan taraf hidup, dan budaya keluarga, masyarakat, nusa dan bangsa.
f.     Dapat memecahkan berbagai masalah kehidupan, dapat mengantarkan seseorang menjadi cerdik dan pandai.
g.    Dapat memperkaya perbedaan kata, ungkapan, istilah, dll yang sangat menunjang keterampilan menyimak, berbicara dan menulis.
h.    Mempertinggi potensialitas setiap pribadi dan mempermantap desistensi, dll.
Demikian besar manfaat yang dapat dipetik dari kegiatan membaca. Emerson, seorang filosof  kenamaan yang mengharapkan setiap orang (termasuk pelajar) dapat membiasakan diri sebagai pembaca yang baik.

Dengan kebiasaan itu seseorang dapat menimba berbagai pengalaman dan pengetahuan, moral, peradaban, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi dapat sampai pada tingkat perkembangannya yang sekarang ini merupakan akibat langsung dari pembacaan buku-buku besar.

Hal di atas dipertegas lagi oleh Lin Yut'ang seorang filosof terkenal Cina yang menyatakan bahwa orang yang tidak mempunyai kebiasaan membaca yang baik, akan terpenjara dalam dunianya, baik dalam segi waktu dan ruang. Hal ini berarti ia hanya dapat mengetahui hal-hal yang terjadi pada lingkungan dekatnya dan hanya berhubungan dengan orang-orang tertentu saja.

Dengan demikian semakin aktif seseorang membaca maka akan semakin tinggi pengetahuan yang didapatkan, tidak terpenjara dalam dunianya.















C. Aspek-aspek membaca

Secara garis besarnya terdapat dua aspek penting dalam membaca, yaitu:
1.    Ketrampilan yang bersifat mekanis yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih  rendah. Aspek ini mencakup:
            a. Pengenalan bentuk huruf.
b. Pengenalan hubungan atau korespondensi pola ejaan atau bunyi.
c. Ketepatan membaca bertaraf lambat.

2.    Ketrampilan yang bersifat pemahaman yang dapat dinggap berada pada urutan yang lebih tinggi. Aspek ini mencakup :
a. Memahami pengertian sederhana.
b. Memahami signifikan atau makna.
c. Evaluasi atau penilaian isi dan bentuk.
d. Kecepatan membaca yang fleksibel.


D. Jenis-jenis keterampilan membaca.

1. Membaca Nyaring
( Bersuara ).

Membaca nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran dan perasaan seseorang pengarang.

Seorang pembaca nyaring yang baik biasanya berhasrat sekali menyampaikan sesuatu yang penting kepada para pendengarnya. Sesuatu yang penting tersebut dapat berupa informasi yang baru, sesuatu pengalaman yang b
erharga, uraian yang jelas, karakter yang menarik hati, humor yang segar, atau sebait puisi. Tanpa dorongan yang sedemikin rupa, maka kegiatan pembaca nyaring akan menjadi hambar dan tidak hidup.

Sang pembaca hendaknya mengetahui serta mendalami kinginan dan kebutuhan para pendengarnya, serta mengiterpretasikan bahan bacaan itu secara tepat,agar dapat membaca nyaring dengan baik, maka sang pembaca haruslah mnguasai ketrampilan-ketrampilan persepsi( penglihatan dan daya tanggap) sehingga dia mengenal atau memahami kata-Kata dengan cepat dan tepat.

Yang sama pentingnya dengan hal itu ialah kemampuan mengelompokkan kata-kata kedalam pikiran serta membacanya dengan baik dan lancar.
Untuk membantu para pendengar menangkap serta memahami maksud sang pengarang,maka sang pembaca biasanya menggunakan berbagai cara, antara lain :

a.    Dia menyoroti ide-ide baru dengan mempergunakan penekanan yang jelas.
b.   Dia menjelaskan perubahan suatu ide ke ide yang lainnya.
c.    Dia menerangkan kesatuan-kesatuan pikiran di dalam satu kalimat dengan penyusunan kata-kata yang tepat dan baik.
d.    Menghubungkanide-ide yang bertautan dengan jalan menjaga suaranya agar tetap  sampai akhir dan tujuan tercapai.
e.    Menjelaskan klimaks-klimaks dengan gaya dan daya ekspresi yang baik dan tepat.


2. Membaca Dalam Hati

Pada saat membaca dalam hati kita hanya mempergunakan ingatan visual yang melibatkan pengaktifan mata dan ingatan. Tujuan membaca dalam hati adalah untuk memperoleh informas
i.



3. Membaca Ekstensif ( Membaca Cepat ).

Membaca ekstensif berarti membaca secara luas,.Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin.
Tujuan dan tuntutan kegiatan membaca ekstensif adalah untuk memahami isi yang penting-penting dengan cepat dan dengan demikian membaca secara efisien dapat terlaksana.

Membaca ekstensif ini meliputi pula:
a) Membaca survei.
b) Membaca sekilas.
c) Membaca dangkal

4. Membaca Intensif

Membaca intensif adalah studi seksama, telaah teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakan didalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira dua sampai empat halaman setiap hari.
Yang termasuk kedalam kelompok membaca intensif ialah:

a)
 Membaca telaah isi:
Membaca teliti.
Membaca Pemahaman.
Membaca kritis.
Membaca ide.

b)
 Membaca telaah bahasa
 
           Membaca Bahasa.
 
           Membaca sastra.

  1. Membaca Telaah Isi

Membaca telaah isi menuntut ketelitian, ke kritisan berpikir, serta keterampilan menangkap ide-ide yang tersirat dalam tulisan. Membaca telaah isi terdiri dari:

a.    Membaca Teliti, keterampilan yang dibutuhkan:

Kemampuan survey yang cepat
Membaca secara seksama dan membaca ulang paragraf untuk menemukan kalimat- kalimat judul dan perinciannya
Menemukan hubungan antara setiap paragraf setiap paragraf memiliki satu pikiran pokok.


Paragraf dikembangkan dengan cara:
Mengemukakan alasan
Mengutarakan perincian-perincian
Mengetengahkan satu contoh atau lebih
Memperbandingkan atau mempertentangkan dua hal


b.    Membaca Kritis

Membaca krirtis merupakan tahapan lebih jauh dari pada membaca intensif, dan dianggap sebagai kegiatan membaca yang bertataram lebih tinggi.

Hal ini karena ide-ide buku yang telah dipahami secara baik dan detail, perlu respons (ditanggapi/dikomentari), bahkan dianalisis.

Membaca kritis mensyaratkan pembacanya bersikap cermat, teliti, korektif, bisa menemukan kesalahan dan kejanggalan dalam teks, baik dilihat dari sudut isi maupun bahasanya, serta mampu pula membetulkan kesalahan-kesalahan itu.

Membaca kritis sangat dibutuhkan sebagian landasan dan untuk kepentingan penulisan resensi buku, kritik sastra, analisis bacaan ilmiah dan sastra serta pembuatan mamakalah banding.
Objek kajian membaca kritis tidak terbatas pada karya-karya ilmiah saja, buku-buku sastrapun dapat digunakannya. Pembaca kritis diminta menegakkan sikap objektif dan sportivitas serta cukup punya keterbukaan dan kedinamisan.



6.    Membaca teks yang lebih panjang

Untuk membaca teks yang lebih panjang perlu dikembangkan kemampuan menghubungkan antara setiap paragraf, juga ketelitian membedakan paragraf yang memuat gagasan-gagasan utama atau hanya memerinci saja.

Cara membuat catatan, Ada tiga hal penting yang kita peroleh dengan membuat catatan:
1.Menolong kita memahami apa yang kita baca.
2.Membuat kita terus menerus mencari fakta-fakta yang penting.
3.Membantu ingatan.









E. Tips mudah memahami isi bacaan
1. Pahami betul tujuan Anda membaca buku

Sebelum membaca sebaiknya Anda memahami betul tujuan Anda dalam membaca. Karena adakalanya tujuan membaca antara satu orang dan orang lain berbeda.
Contoh seorang mahasiswa membaca buku karena dia mendapat tugas dari kampus. Sedangkan yang lain membaca buku untuk mengisi waktu luang. Namun apapun itu, tujuan utama membaca buku adalah memahami isi buku. Memahami di sini bisa keseluruhan atau hanya sebagian saja. Hal yang semacam ini harus Anda tetapkan dari awal supaya Anda lebih fokus pada pokok bahasan yang sudah Anda tetapkan sebelumnya.
2. Lakukan survei terhadap isi buku

Setelah menetapkan tujuan selanjutnya Anda melakukan survei terhadap buku yang akan Anda baca. Dalam hal ini Anda bisa memanfaatkan daftar isi. Kenapa daftar isi? Karena pada umumnya penulis sudah mengklasifikasikan isi buku tersebut dalam daftar isi.

Dengan tujuan supaya para pembaca  lebih mudah melihat garis besar isi sebuah buku.
Daftar isi biasanya juga memberikan gambaran seluk beluk buku yang akan Anda baca.
Ia menjelaskan bagian-bagian utama bab-babnya, dan sub-subnya. Dengan memanfaatkan daftar isi ini kita akan lebih mudah melakukan survei isi dari sebuah buku.
3. Munculkan pertanyaan-pertanyaan

Setelah melakukan survei terhadap buku, kemudian buatlah pertanyaan-pertanyaan tentang buku tersebut. Contoh saya pernah membaca buku tentang Speed Reading. Setelah melakukan survei saya membuat sebuah pertanyaan seperti ini, Apa manfaat speed reading buat seorang pembaca? Apa saja yang harus diperhatikan dalam speed reading? Kapan waktu yang tepat untuk speed reading?
 Bagaimana teknik latihan speed reading? Bagaimana mengukur kemampuan speed reading? Berapa lama umumnya seseorang menguasai kemampuan speed reading?
Pertanyaan-pertanyaan di atas hanyalah contoh dari beberapa pertanyaan yang pernah saya buat saat membaca buku yang berjudul speed reading. Dengan begitu terbukti saya lebih mudah memahami isi buku tersebut.
4. Bacalah sesuai dengan tujuan yang sudah Anda tetapkan
Setelah Anda menetapkan tujuan, melakukan survey dan membuat pertanyaan, langkah selanjutnya Anda harus membaca sesuai tujuan yang telah Anda tetapkan. Kalau misalnya Anda sudah menetapkan tujuan hanya ingin mempelajari bagian tertentu saja, dan setelah Anda survey bagian itu tidak terhubung dengan bab yang lain, maka Anda bisa memulai membaca pada bab tersebut.
Hal ini akan berbeda jika Anda ingin memahami seluruh isi buku. Jika hal ini yang ingin kita lakukan maka, kita harus membaca buku itu. Usaha ini akan lebih baik jika Anda memiliki kemampuan membaca cepat.  Untuk mendapatkan pemahaman yang baik, buku itu minimal kita ulang sebanyak tiga kali.
5. Catat hal-hal yang tidak Anda pahami
Dalam membaca buku, terkadang kita akan menemukan beberapa hal yang mungkin tidak kita pahami. Dari itulah penting bagi Anda untuk membawa buku catatan dan pensil ketika membaca sebuah buku. Ketika Anda menemukan hal yang tidak Anda pahami, langsung saja Anda tulis hal itu pada buku catatan yang sudah Anda siapkan.
Setelah selesai segeralah mencari jawaban atas apa yang tidak Anda pahami. Caranya mudah, Anda bisa cari rujukan referensi dari buku lain, atau pun menanyakan pada orang yang lebih kompeten.
6. Tulislah Review Anda

Setelah selesai membaca segeralah tulis review Anda. Sebaiknya Jangan menunggu sampai buku habis Anda baca. Tapi selepas Anda membaca, langsung segera lakukan review. Misalnya dalam  satu hari Anda telah membaca 2 sampai 3 bab. Maka setelah selesai membaca 2 sampai 3 bab tersebut Anda hari segera melakukan review. Review ini dilakukan karena keterbatasan kita dalam mengingat isi bacaan. Mungkin dalam 1-2 hari setelah membaca kita masih ingat, tapi lebih dari itu Anda bisa lupa atas apa yang Anda baca. Dari itulah review adalah bagian penting yang tidak boleh Anda tinggalkan.

Keenam hal di atas pernah saya coba dan hasilnya saya jauh lebih mudah memahami isi bacaan. Saya berharap tulisan ini bisa memberikan manfaat kepada Anda.
























BAB III
PENUTUP
                                           

1.Kesimpulan

Memahami isi bacaan sangat tergantung pada jenis bacaan dan jumlah halaman yang dibaca. Jenis bacaan yang kita sukai akan lebih mudah kita serap dibandingkan jenis bacaan yang tidak kita sukai. Selanjutnya jumlah halaman yang sedikit akan lebih mudah kita pahami, dari pada bacaan yang memiliki jumlah halaman yang lebih banyak.

2 .Saran

Setelah mempelajari makalah ini diharapkan mahasiswa dapat lebih mengetahui tentang pengertian dan ketrampilan membaca, serta aspek-aspek , tujuan dan jenis-jenis ketrampilan membaca.































DAFTAR PUSTAKA
  1. Akhadiah. Sabarti, dkk. 1992/1993. Bahasa Indonesia III. Jakarta. Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
  2. Andayani, dkk. 2009. Materi Pokok Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta. Universitas Terbuka.
  3. Darmiyati. Zuchdi, dkk. 1999/2000. Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Jakarta. Dirjen dikti. Depatemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
  4. Depdiknas, 2003. Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional.
  5. Depdiknas. 2006. Kurikulum KTSP Kelas I. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional.
  6. Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis. 1983. Petunjuk Khusus Bidang Pengajaran Bahasa Indonesia Buku II Pengembangan dan Pengadminstrasian Program. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  7. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. 1991/1992. Petunjuk Pengajaran Membaca dan Menulis Kelas I di Sekolah Dasar. Jakarta. P2MSK.
  8. Mikarsa, Hera Lestari, dkk. 2007. Materi Pokok Pendidikan Anak di SD Edisi 1. Jakarta. Universitas Terbuka.
  9. Puji Santoso, dkk. 2009. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta. Universitas Terbuka.
  10. Rusna Ristasa Augusta. 2010. Pedoman Penyusunan Laporan Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Departemn Pendidikan Nasional. Jakarta. Universitas Terbuka.
  11. St. Y. Slamet. dkk. 1996. Peningkatan Keterampilan Bahasa Indonesia (Bahasa Lisan Dan Bahasa Tertulis). Surakarta. D II/Semester I/3 SKS. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.
  12. Sumantri, Mulyani, 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bandung. CV Maulana.
  13. Suyatno. H. Dkk. 2008. Indahnya Bahasa Dan Sastra Indonesia. Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
  14. Tarigan. Djago. Drs. dkk. 2006. Materi Pokok Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta.Universitas Terbuka.
  15. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia, 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta. Depdiknas.
  16. Wardhani, I Gak, dkk. 2007. Penelitian Tindkaan Kelas. Jakarta. Universitas Terbuka.
  17. Winataputra, H. Udin S. dkk.2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta. Universitas Terbuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar