ZARMI SUKSES


web widgets

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATA

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - RAIH MASA DEPANMU BERSAMA STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - TERDEPAN - MODEREN - DAN - ISLAMI, - KALAU ADA KRITIKAN YANG MEMBANGUN SILAKAN DIKIRIMKAN KE KAMI - DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Minggu, 01 November 2015

PRILAKU






1.      EMOSI             = Suasana hati
2.      MOTIVASI       = Alasan seseorang utk melakukan sesuatu
3.      POLA PIKIR    = Minset / Cara Akal mengolah Informasi.
4.      PERSEPSI        = Pandangan

  1. Perilaku adalah merupakan perbuatan/tindakan dan perkataan seseorang yang sifatnya dapat diamati, digambarkan dan dicatat oleh orang lain ataupun orang yang melakukannya
  2. Perilaku mempunyai beberapa dimensi:
-          fisik, dapat diamati, digambarkan dan dicatat baik frekuensi, durasi dan intensitasnya
-          ruang, suatu perilaku mempunyai dampak kepada lingkungan (fisik maupun sosial) dimana perilaku itu  terjadi
-          waktu, suatu perilaku mempunyai  kaitan dengan masa lampau maupun masa yang akan datang
  1. Perilaku diatur oleh prinsip dasar perilaku yang menjelaskan bahwa ada hubungan antara perilaku manusia dengan peristiwa lingkungan. Perubahan perilaku dapat diciptakan dengan merubah peristiwa didalam lingkungan yang menyebabkan perilaku tersebut
  2. Perilaku dapat bersifat covert ataupun overt
-          overt artinya nampak (dapat diamati dan dicatat)
-          covert artinya tersembunyi (hanya dapat diamati oleh orang yang melakukannya)
  1. Fokus pengubahan perilaku kepada perilaku yang dapat diamati (perilaku overt)

  1. Pengubahan perilaku adalah suatu bidang psikologi yang berkaitan dengan analisa dan pengubahan perilaku manusia (Miltenberger,  Tahun 2001)
a.       analisa artinya mengidentifikasi hubungan fungsional antara lingkungan dengan perilaku tertentu untuk memahami alasan suatu perilaku terjadi
b.      pengubahan berarti mengembangkan dan mengimplementasikan prosedur  pengubahan
2.      perilaku untuk membantu orang merubah perilakunya (merubah peristiwa-peristiwa lingkungan yang
3.      mempengaruhi perilaku)
  1. Pengubahan perilaku adalah penerapan yang terencana dan sistematis dari prinsip belajar yang telah ditetapkan untuk mengubah perilaku mal adaptif (Fisher & Gochros, 1975)
a.       Perilaku maladaptif adalah perilaku yang mempunyai ciri sebagai berikut:
5.      menimbulkan akibat yang tidak menyenangkan bagi pelaku maupun  lingkungannya,
6.      tidak sesuai dengan peranan dan fungsi individu
7.      pelakunya, tidak sesuai dengan stimulus yang
8.      dimunculkan oleh lingkungannya

  1. Fokus kepada perilaku (prosedur pengubahan perilaku dirancang untuk merubah perilaku bukan merubah karakter atau sifat seseorang)
a.       Perilaku yang dirubah disebut target perilaku meliputi perilaku yang berlebihan atau perilaku yang tidak/kurang dimiliki oleh orang
  1. Prosedurnya didasarkan kepada prinsip-prinsip behavioral. Pengubahan perilaku adalah penerapan prinsip-prinsip dasar yang awalnya berasal dari penelitian eksperimental dengan binatang dilaboratorium (Skiner, 1938). Studi  ilmiah tentang perilaku disebut analisis eksperimental perilaku atau analisis perilaku (Skiner, 1953b, 1956)
  2. Penekanannya kepada peristiwa-peristiwa didalam lingkungan. Pengubahan perilaku meliputi asesmen dan pengubahan peristiwa-peristiwa lingkungan yang mempunyai hubungan fungsional dengan perilaku
  3. Treatment dilakukan oleh orang didalam kehidupan sehari-hari (Kazdin, 1994). Pengubahan perilaku akan lebih efektif  apabila dikembangkan oleh orang-orang yang berada dilingkungan individu yang perilakunya menjadi target pengubahan seperti guru, orangtua atau orang lain yang dilatih tentang pengubahan perilaku
  4. Pengukuran perubahan perilaku. Melakukan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi dilakukan untuk melihat perubahan perilaku. Asesmen terus dilakukan setelah intervensi untuk melihat apakah perubahan perilaku yang sudah terjadi dapat terjaga.
  5. Mengabaikan peristiwa-peristiwa masa lalu sebagai penyebab perilaku. Penekanan pengubahan perilaku kepada peristiwa-peristiwa lingkungan saat ini yang menjadi penyebab perilaku sebagai dasar pemilihan intervensi pengubahan perilaku yang tepat.
  6. Menolak hipotetis yang mendasari penyebab perilaku. Skiner (1974) menjelaskan bahwa dugaan terhadap penyebab yang mendasari perilaku tidak pernah dapat diukur atau dimanipulasi untuk menunjukkan hubungan fungsional perilaku.

  1. Membentuk atau meningkatkan perilaku yang tidak ada atau kurang dimiliki oleh individu
  2. Mengurangi atau menghentikan perilaku yang berlebihan (behavioral excesses)
  3. Mengurangi atau menghentikan perilaku maladaptif dan memelihara atau meningkatkan perilaku adaptif

    Pekerja sosial mempunyai tugas membantu orang untuk dapat melaksanakan fungsi sosialnya dengan baik. Banyak klien yang datang kepada pekerja sosial mengalami masalah disfungsi sosial sehingga pekerja sosial perlu memahami dan menguasai teknik-teknik pengubahan perilaku untuk membantu klien memperbaiki fungsi sosialnya.

  1. Cacat Perkembangan. Orang yang memiliki cacat perkembangan sering kali memiliki masalah perilaku (agresif, melukai diri, merusak) dan perlu diajarkan berbagai ketrampilan untuk mengatasi kekurangannya
  2. Sakit mental (di seting institusi). Untuk mengajarkan ketrampilan hidup sehari-hari, ketrampilan kerja dan perilaku sosial, menghilangkan perilaku agresif dan keluhan-keluhan
  3. Pendidikan khusus. Penelitian menunjukkan bahwa interaksi guru – siswa di kelas dapat meningkatkan metoda pembelajaran dan mengurangi perilaku bermasalah di kelas
  4. Rehabilitasi adalah proses membantu orang agar dapat berfungsi normal kembali setelah mengalami luka atau trauma. Pengubahan perilaku digunakan untuk mengajarkan ketrampilan baru sebagai pengganti ketrampilan yang telah hilang karena luka atau trauma, mengurangi perilaku bermasalah, membantu menyesuaikan kepada sakit yang kronis
  1. Psikologi komunitas. Intervensi perilaku digunakan untuk  membentuk perilaku yang dapat bermanfaat bagi setiap orang, seperti mengurangi penggunaan obat  ilegal, meningkatkan penggunaan seat belt, menghentikan  pengemudi yang ngebut
  2. Psikologi klinis. Intervensi perilaku di bidang psikologi klinis sering disebut terapi perilaku dengan menggunakan terapi individual atau kelompok untuk membantu mengatasi berbagai masalah manusia
  3. Pelayanan manusia, industri dan usaha. Di bidang ini sering disebut dengan pengubahan perilaku organisasi atau manajemen perilaku organisasi yang digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan tugas dan keamanan kerja, mengurangi absensi pegawai dan kecelakaan kerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan keuntungan organisasi dan meningkatkan kepuasan para pekerja/staf
  4. Self-Management.  Digunakan untuk membantu orang mengatur perilakunya sendiri seperti mengendalikan kebiasaan yang negatif, meningkatkan perilaku sehat
  5. Child-Management. Digunakan untuk mengatur perilaku anak. Orangtua dan guru dapat diajarkan prosedur pengubahan perilaku untuk membantu mengatasi perilaku bermasalah anak-anak seperti agresif, menggigit kuku, ngompol
  6. Pencegahan. Dapat digunakan untuk pencegahan masalah pada masa kanak-kanak, misalnya pelecehan seksual, keterlantaran, kecelakaan dirumah, penculikan
  7. Psikologi sport. Digunakan untuk meningkatkan kemampuan atlit selama latihan maupun pertandingan
  8. Perilaku yang berkaitan dengan kesehatan. Digunakan untuk meningkatkan gaya hidup sehat seperti olah raga teratur dan mengkonsumsi makanan yang sehat serta mengurangi perilaku yang tidak sehat seperti merokok, minum, makan berlebih. Digunakan juga untuk merubah perilaku yang dapat mengatasi masalah kesehatan seperti diet untuk sakit diabet, mag, tekanan darah, ginjal
  9. Gerontologi. Digunakan untuk membantu mengatur perilaku orang-orang yang sudah lansia melalui perawatan di rumah ataupun di fasilitas-fasilitas perawatan bagi orang lansia. Misalnya membantu lansia mengatasi menurunnya kemampuan fisik, menyesuaikan dengan lingkungan rumah perawatan, meningkatkan interaksi sosial

Tidak ada komentar:

Posting Komentar